
Gaya gravitasi Bumi menyebabkan semua benda di atas Bumi memiliki berat dan cenderung tertarik ke arah pusat Bumi. Massa Bumi yang besar menciptakan gaya tarik-menarik segala sesuatu di dekatnya, termasuk benda-benda di permukaan Bumi. Dengan ukuran yang beraneka ragam, membutuhkan alat berat seperti Ekskavator atau mesin pengeruk untuk memudahkan kita saat memindahkannya. Melalui alat berat, Santa Rafael dan M. Guntur Aji berhasil mengeruk prestasi dalam LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Alat Berat Tingkat Jawa Tengah. Termotivasi untuk mencoba hal baru, Santa dan Aji sudah mulai belajar lebih mendalam tentang Teknik alat berat saat kelas 10 sebagai persiapan diri mengikuti LKS di tahun 2025. Seleksi ketat selama 5 bulan, dihitung dari bulan Desember hingga bulan April dijalani dengan hambatan dengan masa PKL (Praktek Kerja Lapangan). Walau waktu yang terbatas, tetapi dengan mendapat dukungan dari guru-guru, alumni dan teman teman kelas mengiringi perjalanan Santa dan Aji lolos tiga besar seleksi dari sekolah. Melalui perbincangan seru dalam program DPR (Dunia Pelajar) Aji menuturkan, “Tidur yang cukup sebelum berlomba terkadang terlupakan bagi beberapa orang karena terlalu memikirkan keesokan harinya.” “Bersyukur juga SMKN 1 Semarang menjadi tuan rumah, jadi kami tahu persis bagaimana suasana sekitar dan tidak gugup.” tambah Santa melengkapi penuturan rekan timnya. Di pos ronda terdapat kenthongan sebagai alat komunkasi warga, tetapi di tempat penyelenggaraan LKS terdapat beberapa pos sebagai singgah guna menguji kompetensi siswa. Beberapa alat-alat baru yang berada di setiap pos memberikan tantangan tersendiri bagi tim LKS alat berat SMKN 1 Semarang. Perbedaaan kode seri pada alat yang ada, mengasah pemikiran mereka untuk segera menyelesaikan permasalahan dengan waktu yang terbatas. Komunikasi yang baik antara Aji dan Santa dengan tetap mengutamakan keselamatan menjadi akhir melewati fase-fase menegangkan. Gemerlap lampu menerangi ruang pengumuman juara LKS Tingkat Jawa Tengah tahun 2025. Lautan manusia berkumpul menanti hasil keputusan dewan juri dengan tatapan cemas dan tak dapat dipungkiri juga merapalkan doa dalam hati. Perut yang kenyang setelah momen makan malam bersama beberapa waktu tak sepenuhnya mengembalikan energi Santa Rafael dan M. Guntur Aji. Mereka akhitnya dinobatkan sebagai juara ketiga, memotivasi mereka dapat berbagi ilmu kepada teman-teman maupun adik kelas yang ingin mengikuti LKS di tahun depan melalui pengalaman yang sudah mereka lalui.
Penulis : Zare Carnation (Crew One Voice)
