
Pak Sentot Cahyono, seorang guru berdedikasi, menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebelum melanjutkan kuliah. Meski awalnya berminat pada jurusan elektro, sebuah kesalahan pengisian formulir membuatnya justru masuk ke jurusan mesin. Namun, dari situlah perjalanan karier pendidikannya dimulai.Prestasi mengesankan diraih oleh siswa bimbingan Pak Sentot, salah satunya berhasil memenangkan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional tahun 2022 dan mendapatkan juara 1. Tidak hanya itu, pada tahun 2024, Pak Sentot ditunjuk sebagai wakil WorldSkills Contact di Prancis untuk mewakili Mas Reza Mahendra dan SMK Negeri 1 Semarang. Dalam mengajar, Pak Sentot dikenal konsisten dan penuh semangat. Ia selalu berusaha masuk kelas tepat waktu dan mengajar dengan energi penuh dari awal hingga akhir pelajaran. “Dengan itu semua, akan tercipta kepercayaan siswa terhadap guru,” ungkapnya.Salah satu cerita inspiratif datang dari seorang siswa bimbingannya yang semula memiliki nilai rendah. Namun, berkat semangat dan kerja keras yang tak pernah padam, siswa tersebut berhasil mencapai nilai sempurna. Hal ini menjadi bukti bahwa tekad dan usaha dapat mengalahkan segala keterbatasan.Pak Sentot juga menilai bahwa program keahlian alat berat masih memiliki prospek kerja yang sangat baik di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa keahlian ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menangani permasalahan ringan pada kendaraan pribadi, seperti sepeda motor.Tak hanya memberikan materi pembelajaran di kelas, Pak Sentot juga rutin memberikan pelajaran tambahan khusus untuk siswa yang memerlukan.
Penulis : Kirana Kemala (Crew One Voice)
